Virus Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Dokter Corona Ingatkan Masyarakat Disiplin Prokes

Berita 18 Des 2021 2 77x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Webinar bertajuk “Menghadang Omicron untuk Keluarga Aman Covid-19″, Jumat (17/12). Webinar ini menghadirkan narasumber Corona Rintawan selaku Wakil Ketua MCCC PP Muhammadiyah.

Ketua PWA DIY Siti Zulaiha dalam sambutannya mengingatkan kepada semua hadirin untuk menyaipakan diri mengingat virus Covid-19 varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia. “Seberapa jauh virus Omicron ini akan dijelaskan oleh dokter Corona. Yang  terpenting adalah bagaimana diri kita untuk terus mensikapi ini agar diri kita, keluarga kita, lingkungan kita aman dari virus yang diramalkan orang muncul di gelombang ketiga,” tuturnya.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia sebelumnya, menurut dia, sudah melandai, maka tindakan pencegahan harus terus dilakukan agar gelombang ketiga tidak terjadi.

Zulaiha menyayangkan prokes sudah tidak diindahkan oleh sebagian masyarakat Jogja atau wisatawan. Banyak yang sudah bebas beraktivitas tanpa menggunakan masker.

“Yang masuk ke Jogja sudah buka masker, anak-anak sekolah ke tempat-tempat wisata. Saya berpikir sekolahnya belum dimulai kok wisatanya sudah dimulai?” ujarnya.

“Rombongan keluarga juga luar biasa. Ini mengkhawatirkan. Jangan-jangan ini kemudian menyebabkan penyebarannya meningkat seperti bulan-bulan kemarin,” imbuhnya.

Dia berharap, gerakan perempuan Islam bernama ‘Aisyiyah secara koletif dan kolegial untuk terus melakukan kampanye prokes untuk mengegah penyebaran virus gelombang ketiga.

Sementara itu, Corona menjelaskan bahwa Omicron adalah virus lama, namun variannya yang baru. “Secara material dan esensial sebetulnya banyak hal yang sama dengan dua tahun yang lalu. Yang perlu kita ketahui bahwa virus itu kodratnya bermutasi, diciptakan untuk berubah-ubah,” jelasnya.

“Oleh karena virus selalu berubah, maka virus yang asalnya menyerang hewan namun karena perubahan ekosistem, perubahan perilaku manusia akhirnya berpindah ke manusia,” imbuhnya.

Ketika menyerang manusia, kata dia, virus tersebut kemudian menyerang antarmanusia. Dengan banyaknya perkembangan dan perputaran penularan jutaan orang menyebabkan kemampuan virus bertambah.

Baca Juga: MCCC: Jangan Lengah, Waspada Covid-19 Varian Omicron

Terkait Omicron, dia mengungkapkan setelah diteliti virus tersebut tidak lebih berbahaya dari varian sebelumnya.

“Setelah diteliti, penyebarannya tidak banyak, kemudian tidak menyebabkan keparahan dibanding sebelumnya,” ungkapnya.

Namun perlu diperhatikan, jika varian itu bermutasi dan menyebabkan varian baru yang penularannya menjadi cepat, kekebalan virus terbentuk dan diduga tingkat keparahannya lebih dari varian sebelumnya, maka akan naik tingkat menjadi varian yang mengkhawatirkan.

Kata dia, Omicron pertama kali ditemukan pada 26 November di Afrika Selatan oleh peneliti yang ada di sana. Kemudian setelah diteliti, kasusnya meningkat tajam, bukan hanya di Afrika Selatan, tetapi sudah menyebar di negara lain.

“Kurang dari dua bulan, sudah menyebar ke 78 negara. Indonesia termasuk baru tersebar. Virus ini bisa cepat bahkan penularannya lebih cepat dari Delta, ini yang harus kita waspadai,” kata dia

Berdasarkan laporan yang dia terima, kasus Omicron di Indonesia masih tergolong ringan. Oleh karena itu, menurut dia, vaksin menjadi salah satu senjata andalan agar saat terpapar sakitnya tidak berat.

Dia menegaskan bahwa vaksin tidak menggantikan masker. Artinya, perlindungan pertama tetap menggunakan masker.

“Perlidungan dari virus ini caranya sama. Permasalahannya kita sudah terbiasa belum? Sepertinya banyak yang sudah melupakan bahwa pada bulan Juli kemarin kasus Delta meningkat. Masyarakat sudah los dol, sudah tidak disiplin lagi,” tegasnya.

Menghadapi Omicron, Corona berpesan untuk tidak panik, karena seharusnya sudah tahu cara mengalahkannya, yaitu disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Perbiasakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, apa lagi sekolah sudah ada yang buka, maka segera mengikuti vaksin bagi yang belum, bahkan yang usia 6 sampai 11 tahun sudah boleh vaksin menggumakan Sinovac,” tandasnya.

Menurut dia, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mencegah virus Omicron, kemudian harus mampu memberi keteladanan bagi keluarga dan juga orang lain. (Iwan Abdul Gani)

2 thoughts on “Virus Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Dokter Corona Ingatkan Masyarakat Disiplin Prokes”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *