Kesehatan

Waspadai Hepatitis Akut, Penyakit Misterius yang Menggemparkan Dunia

hepatitis

Akhir-akhir ini, masyarakat di seluruh dunia digemparkan oleh penyakit misterius yang disebut Hepatitis Akut. Pada 15 April 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diikuti oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan peringatan global tentang bentuk baru hepatitis akut parah yang tidak diketahui penyebabnya, sehingga saat ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.

Hepatitis adalah suatu kondisi yang mempengaruhi hati dan dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk beberapa infeksi virus yang umum terjadi pada anak-anak. Awalnya penyakit ini muncul di negara Inggris dengan jumlah pasien awal sebanyak 10 anak perempuan. Gejala yang ditimbulkan pada anak-anak sama persis dengan gejala hepatitis. Anehnya, setelah hasil laboratorium keluar, tidak ditemukan adanya penyakit hepatitis, baik A, B, C, D, maupun E pada pasien.

Mulai saat itu, penyakit misterius ini terus menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia; Irlandia, Spanyol, Belanda, Italia, termasuk Indonesia. Kabar terbaru, pada 7 Mei 2022 ditemukan pasien anak perempuan meninggal dunia di Tulungagung akibat hepatitis akut ini. Kasil Rokhmat selaku Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung telah mengkofirmasi kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadiannya sama persis dengan kasus-kasus di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Vaksinasi Anak dalam Perspektif Islam

Kepala Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pimprim Basarah Yanuarso melalui pidatonya memberi wejangan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para orang tua mengenai hal-hal yang harus diperhatikan tentang penyakit hepatitis akut yang sedang marak ini.

Ia memaparkan gejala-gejala yang timbul sebelum penyakit hepatitis terjadi. Gejala hepatitis akut meliputi demam tinggi, warna urin yang gelap, tinja pucat (berwarna abu-abu), kulit terasa gatal, kuning, nyeri otot dan sendi, mual, hingga tidak selera makan. Hal ini dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang bersih, meminum air matang, makan makanan yang bersih lagi sehat, membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri, hingga menggunakan masker juga menjaga jarak.

Dalam konteks tersebut, masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan hati-hati pada diri sendiri juga buah hati. Jika menemukan beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. (maudy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.