Berita

Wirid Kebangsaan: Mengenang Setahun Wafatnya Buya Syafii Maarif

Bantul, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka mengenang satu tahun wafatnya Buya Syafii, MAARIF Institute bekerja sama dengan Sarang Building dan Anak Panah menggelar serangkaian acara bertajuk Wirid Kebangsaan di Kiniko Art Room, Bantul, Yogyakarta.

Serangkaian kegiatan berupa Orasi Budaya dan Bedah Buku berlangsung pada Sabtu-Senin (27-29/5) Sementara pameran berupa foto, lukisan, dan koleksi dibuka selama seminggu pada tanggal 27 Mei-5 Juni.

Pameran ini merupakan garapan dari sejumlah seniman, yaitu Agus Noor, Bambang Herras, Jumaldi Alfi, Putu Sutawijaya, dan Suwarno Wisetrotomo.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan, pemilik Sarang Building, Jumaldi Alfi menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Laki-laki yang akrab disapa Uda Alfi ini juga menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak yang turut mensukseskan acara ini. Ia mengaku tidak menyangka kegiatan ini bisa terselenggara dengan meriah dan mendapat antusiasme yang besar dari masyarakat.

Baca Juga: Alam Kelahiran Buya Syafii

Sementara itu, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abd, Rohim Ghazali dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai implementasi budaya yang juga merupakan bagian dari Muammadiyah, maka digelarlah kegiatan kebudayaan ini. Selain sebagai peringatan setahun wafatnya Buya Sayafii, acara ini juga digelar memperingati 2 dekade MAARIF Institute. Rohim berharap acara ini bukan hanya sebagai peringatan semata, melainkan sebagai pengingat semangat dan pemikiran Buya Syafii yang harus terus dilanjutkan.

Musthofa Bisri (Gus Mus), yang turut hadir dan memberikan sambutan, menyampaikan bagaimana sosok Buya Syafii dalam kacamatanya. Gus Mus menjelaskan Buya Syafii sebagai orang yang selalu istikamah dalam kebaikan. “Orang yang bersikap sederhana itu mudah, bersikap jujur itu mudah, semangat berjuang untuk agama dan bangsa itu mudah, yang sulit adalah terus bersikap seperti itu. Sikap inilah yang dimiliki Buya Syafii. Buya Syafii adalah orang yang istikamah di jalan itu,” terangnya.

Pada acara pembukaan ini, MAARIF juga meluncurkan dua buku obituari Buya Syafii berjudul “Nyala Abadi Suluh Bangsa” (Kompas, Mei 2023) dan “Guru Bangsa Penembus Batas” (IBtimes, Mei 2023). (sa)

Related posts
Berita

Kenang Satu Tahun Wafatnya Buya Syafii, Pascasarjana UMY Gelar Sarasehan

 Bantul, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka memperingati satu tahun wafatnya Ahmad Syafii Maarif, Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik, Program Pascasarjana, Lembaga…
Tokoh

Alam Kelahiran Buya Syafii

Oleh: David Krisna Alka Ya, Sumpur Kudus namanya. Sebuah nama kecamatan sekaligus nama nagari (desa) di Sumatera Barat. Ada dua nagari yang…
Tokoh

Buya Syafii, Pekerjaan Rumah Tangga dan Istri Tercinta

Oleh: Erik Tauvani Somae Indonesia berduka atas wafatnya sosok Guru Bangsa, kader terbaik Muhammadiyah yang sederhana nan bersahaja, Buya Syafii Maarif. Jumat,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *