Amin Abdullah: Pembaharuan Apa yang Akan Dilakukan Muhammadiyah Ke Depan?

Berita 17 Apr 2021 2 104x
Amin Abdullah

Amin Abdullah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah boleh berbangga diri karena telah melakukan pembaharuan pemikiran Islam sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Di Timur Tengah, kesadaran akan pentingnya tajdid baru mengemuka beberapa waktu ke belakang. “Sekarang ini baru dirasakan di Timur Tengah. Al-Azhar mengeluh dakwah dan pendidikan Islam mengarah ke arah ta’ashshub,” jelas Amin Abdullah dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah pada Jumat (16/4).

Maraknya praktik ta’ashshub atau intoleransi itu kemudian disikapi Al-Azhar dengan mendirikan sebuah pusat studi pembaharuan pemikiran dan ilmu-ilmu Islam, Markaz Al-Azhar li Tajdid Al-Fikr wa Al-‘Ulum Al-Islamy. Al-Azhar, ungkap Amin, sekarang baru menyadari bahwa tajdid itu perlu.

Untuk menghindari kesalahpahaman, Amin menjelaskan posisi antara Islam dan pemikiran Islam. Kesalahpahaman yang seringkali muncul ke permukaan, menurutnya, adalah karena ketidakmampuan umat Islam dalam membedakan mana yang Islam sebagai suatu kesatuaan ajaran dengan pemikiran Islam (al-fikr al-Islamy), studi Islam (al-dirasah al-Islamiyah), dan ilmu-ilmu agama (al-‘ulum al-din) yang berada dalam ruang historis.

Dalam konteks itulah, Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah 1995-2000 itu mengingatkan agar Muhammadiyah terus konsisten melakukan pembaharuan pemikiran Islam. Apalagi mengingat realitas kehidupan sosial, politik, dan keagamaan yang cepat berubah.

Percepatan perubahan itu misalnya ditandai dengan massifnya aktivitas anak-anak muda di dunia maya dan digital. Dengan realitas baru seperti itu, maka “pembaharuan seperti apa yang akan dilakukan Muhammadiyah ke depan? Apa tata nilai yang ditawarkan? Apa pendekatan yang digunakan?” (sb)

2 thoughts on “Amin Abdullah: Pembaharuan Apa yang Akan Dilakukan Muhammadiyah Ke Depan?”

Tinggalkan Balasan